English Arabic French German Indonesian
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday60
mod_vvisit_counterYesterday77
mod_vvisit_counterThis week696
mod_vvisit_counterLast week485
mod_vvisit_counterThis month300
mod_vvisit_counterLast month2909
mod_vvisit_counterAll days17736
KEWARGANEGARAAN Cetak E-mail

BAB I

PENGANTAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

 

1.    Latar Belakang Pendidikan Kewarganegaraan

Perjalanan panjang sejarah bangsa Indonesia yang dimulai sejak era sebelum dan selama penjajahan, kemudian dilanjutkan dengan era perebutan dan mempertahankan kemerdekaan sampai hingga  era pengisian kemerdekaan menimbulkan kondisi dan tuntutan yang berbeda sesuai dengan zamannya. Adapun dimaksud kondisi dan tuntutan yang berbeda sesuai dengan zamannya adalah adanya pengaruh globalisasi sehingga menyebabkan nilai-nilai perjuangan bangsa Indonesia dalam Perjuangan Fisik merebutkan, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan menjadi pasang surut sesuai dengan dinamika kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Globalisasi dimaksud ditandai sebagai berikut :

a.    Karena kuatnya pengaruh lembaga-lembaga kemasyarakatan internasional, negara-negara maju yang ikut mengatur percaturan perpolitikan, perekonomian, social budaya serta pertahanan, dan keamanan global.


b.    Pesatnya perkembangan pengetahuan dan teknologi, khususnya dibidang informasi, komunikasi, dan transportasi, membuat dunia menjadi transparan seolah-olah menjadi sebuah kampong tanpa mengenal batas Negara.

Perjuangan Fisik merupakan kekuatan mental spiritual telah melahirkan kekuatan yang luar biasa. Sedangkan dalam menghadapi globalisasi dan menatap masa depan untuk mengisi kemerdekaan, kita memerlukan Perjuangan Non Fisik yaitu sesuai dengan bidang profesi masing-masing. Oleh karena itu, Perjuangan Non Fisik tersebut memerlukan sarana kegiatan pendidikan bagi setiap warga Negara Indonesia pada umumnya dan mahasiswa sebagai calon cendikiawan pada khususnya, yaitu Pendidikan Kewarganegaraan.

2.    Kompetensi Yang Diharapkan dari Pendidikan Kewarganegaraan

Pendidikan Kewarganegaraan dimaksud agar kita memiliki wawasan kesadaran bernegara untuk bela negara dan memiliki pola pikir, pola sikap dan perilaku sebagai pola tindak yang cinta tanah air berdasarkan Pancasila, semua itu diperlukan demi tetap utuh dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Untuk mengantisipasi pengaruh globalisasi maka sangat perlu pembekalan bagi setiap Warga Negara RI dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (ipteks) yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, nilai-nilai keagamaan, dan nilai-nilai perjuangan bangsa.

Tujuan Utama Pendidikan Kewarganegaraan adalah untuk menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara, sikap serta prilaku yang cinta tanah air dan bersendikan kebudayaan bangsa, Wawasan Nusantara, serta Ketahanan Nasional dalam diri para mahasiswa calon sarjana/ilmuwan warga Negara NKRI yang sedang mengkaji dan akan menguasai iptek dan seni.

Terakhir Diperbaharui ( Minggu, 08 Agustus 2010 02:03 )
Selengkapnya... [KEWARGANEGARAAN]
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 Selanjutnya > Akhir >>

halaman 1 of 6
Btn_wht_122x44